Oleh: aksik | 15 November 2010

Sepenggal Kisah Relawan AKS Ibu Kartini di Pengungsian Korban Merapi


By Yosep Arianto (mahasiswa AKS Ibu Kartini Program Studi Tata Boga)
Tragedi penderitaan kembali menimpa bumi pertiwi Indonesia. Nampaknya Alam sedang tidak bersahabat dengan kita. Tanggal 26 Oktober 2010 dan lebih dari dua pekan Gunung Merapi sedang marah, memporak porandakan beberapa wilayah di Klaten, Boyolali, Magelang, dan Sleman. Puluhan bahkan seratus lebih korban manusia berjatuhan, belum lagi harta benda dan ternak warga yang banyak menjadi korban. Awan Panas Merapi yang disebut wedus gembel menerjang perkampungan warga tanpa memberi ampun, abu vulkanik menutupi wilayah yang tadinya begitu indah dan hijau, kini semua telah luluh lantah. Melihat dan mendengar seperti itu hati siapa yang tidak tergerak untuk membantu dan meringankan beban mereka. Berbagai bantuan dalam berbagai bentuk mengalir ke tempat pengungsian yang berada di sekitar Yogyakarta, Sleman, Klaten, Boyolali dan daerah sekitarnya. Beribu-ribu orang berada di pengungsian untuk menyelamatkan diri dari amukan Merapi. Dan mereka sangat berharap akan uluran tangan kita untuk meringankan beban mereka. Melihat keadaan ini AKS Ibu Kartini Semarang bertekad untuk membantu para pengungsi dengan menyumbangkan sedikit logistik dan tenaga yang diperlukan para pengungsi. Dengan penuh antusias dan keikhlasan hati kami bertekad untuk korban merapi dipengungsian. Tepatnya hari Rabu 3 November 2010, sebagai tahap awal kami mengumpulkan dana kemanusiaan dari para dosen, staf dan mahasiswa AKS Ibu Kartini Semarang. Pengumpulan sumbangan sukarela dilakukan selama 1 minggu. Begitu semangat semuanya terlibat dan bekerja untuk mendapatkan sumbangan bagi korban Merapi. Seminggu sudah berlalu, dan pengumpulan pun ditutup pada hari senin 8 November 2010. Hasil kotak sumbangan dibelanjakan kebutuhan hidup para pengungsi. Proses bhakti sosial tahap I sudah dilalui, dan berikutnya adalah rencana bhakti sosial di tempat pengungsian. Pada hari Selasa tanggal 9 November 2010 pukul 08.00 kami memutuskan berangkat ke tempat pengungsian di Klaten. Bantuan Logistik kami serahkan ke Kantor PMI setempat kemudian kami menuju ke kantor DPRD Kab. Klaten dimana para pengungsi berada. Di tempat tersebut diperkirakan terdapat 7.500 pengungsi. Setelah melihat-lihat situasi, kemudian tim relawan menuju ke dapur umum, untuk membantu memasak, membungkus nasi dan lain-lain. Misi pertama ditempat pengungsian adalah membungkus nasi untuk pengungsi, tanpa komando dan instruksi lebih lanjut, kami tim relawan mulai bergerak membungkus nasi. Waktu sungguh sangat cepat, siang berganti sore, sore berganti malam, cuaca pun tak menentu, hujan disertai petir. Listrikpun mati membuat situasi tambah tak menentu sementara pekerjaanpun belum selesai. Namun bukan menjadi penghalang bagi tim relawan AKS untuk putus asa, dengan berbekal senter dari HP, pekerjaan tetap dilakukan sampai malam. Karena tim relawan AKS cukup banyak dan ketrampilan membungkus nasi pun dapat dengan mudah dipelajari, menjadikan pekerjaan lebih lancar. Keesokan harinya tim relawan AKS kembali ke tempat pengungsian, dari pagi pukul 08.00 tim relawan sudah bergelut dengan nasi, sayur dan lauk. Bahkan para pimpinan AKS Ibu Kartini (Ibu Dra. Dyah Listyarini, SH,MH, dan para pembantu direktur) tak kalah dengan mahasiswanya, bekerja dengan penuh semangat dan antusias, malah beliau sangat cepat dan trampil sampai kami kewalahan. Para hari terakhir, tanggal 10 November 2010 pukul 14.30 tim relawan kembali ke Semarang setelah 3 hari 2 malam berada di pengungsian. Kenangan manis pahit kami bawa ke Semarang. Pengalaman capek, lelah, letih, lesu, kantuk menjadi pelajaran berharga bagi kami. Selamat tinggal saudara-saudaraku dipengungsian, kami selalu berdo’a untukmu……..
Berikut ini beberapa foto hasil jepretan kami :

Tempat Pengungsian Korban Letusan Merapi di DPRD Kab. Klaten
Direktur AKS Ibu Kartini ditengah-tengah pengungsi korban letusan Merapi
Tim relawan AKS Ibu Kartini Semarang beserta pimpinan AKS Ibu Kartini sedang berfoto di halaman pengungsian
Direktur AKS Ibu Kartini Semarang sedang membungkus nasi untuk korban letusan Merapi
Relawan Mahasiswa AKS Ibu Kartini Semarang sedang membungkus nasi di dapur pengungsian
Para pengungsi sedang mengantri untuk mendapatkan sebungkus nasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: