Garina

Download Jurnal Ilmiah Majalah Garina

 

No Judul Jurnal Ilmiah
LEMBAR HASIL PENIIAIAN SEJAWAT SEBIDANG ATAU PEER REVIEW KARYA ILMIAH : PENGARUH PPL MAHASISWA UNNES TERHADAP PEMBELAJARAN DI SMK IBU KARTINI SEMARANG

MANAJEMEN USAHA MAKANAN KECIL UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI RUMAH TANGGA BERBASIS PANGAN LOKAL (PEMBUATAN PIEFIN GANYONG)

U. Yuyun Triastuti1, Dhita Tri Arianti2 1Dosen Tata Boga, 2Mahasiswa Tata Boga, Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

ABSTRAK

Tepung ganyong putih merupakan salah satu alternatif pengolahan umbi ganyong putih, sebagai upaya memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai ekonomi ganyong. Tepung ganyong putih banyak mengandung zat gizi potensial, terutama karbohidrat sehingga pemanfaatannya dapat dibuat cookies dan cake. Subsitusi tepung ganyong terhadap tepung terigu bisa mencapai 70 %. Selama proses pembuatan tepung ganyong unsur vitamin pada ganyong mengalami pengurangan, alternatif memperbaiki unsur gizi yang hilang pada tepung ganyong dengan menambahkan wortel parut. Wortel selain untuk menambah nilai gizi juga sebagai penambah rasa dan memberikan warna pada Piefin Ganyong. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui : 1) komposisi pembuatan Piefin Ganyong wortel yaitu dengan perbandingan 50 % tepung terigu, 50 % tepung ganyong untuk pie dan muffin serta 30% wortel parut untuk adonan pie dan muffin. 2) teknik olah yang digunakan pada Piefin Ganyong wortel yaitu penimbangan, pencampuran, pencetakan dan pembakaran dengan oven. Pencampuran pada Pie Ganyong wortel yaitu menggunakan teknik mealy pie dough, sedangkan adonan muffin menggunakan teknik creaming methode. Penyimpanan produk pada refrigerator. Pengembangan tampilan untuk produk Piefin Ganyong Wortel dengan cup caeses dan dihias whippingcream, fresh fruit dan daun mint 3) hasil uji penerimaan oleh panelis untuk produk Piefin Ganyong Wortel yaitu 75% diterima oleh panelis.

Kata kunci : Tepung ganyong, Pangan Lokal, Piefin.

ABSTRACT White canna flour is an alternative to processing white canna tubers, as an effort to extend shelf life and increase the economic value of canna. White canna flour contains many potential nutrients, especially carbohydrates so that its utilization can be made cookies and cakes. Canna flour substitute for flour can reach 70%. During the process of making canna flour the element of vitamin in canna experienced a reduction, an alternative to improve the nutritional elements lost in canna flour by adding grated carrots. Carrots in addition to adding nutritional value as well as flavor enhancers and give color to the Canna Piefin. The results of this study can be known: 1) the composition of the manufacture of carrot canna Piefin that is by comparison of 50% wheat flour, 50% canna flour for pie and muffins and 30% grated carrots for pie and muffin dough. 2) the processing technique used in carrot cane weighing, mixing, molding and baking with an oven. Mixing the carrot Pie Canna using the mealy pie dough technique, while the muffin dough uses the creaming method technique. Storage of products in the refrigerator. Display development for Carrot Canna Piefin products with caeses cup and decorated with whippingcream, fresh fruit and mint leaves 3) panelist acceptance results for Piefin Carrot Canna products, 75% were accepted by panelists.

Keywords: Canna flour, Local food, Piefin.

KEWIRAUSAHAAN, MANAJEMEN RESIKO DAN MANAJEMEN PEMASARANPADAPENGUSAHA SALON CITRA SEMARANG
AgusSusanti
Dosen Tata Rias, Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang
ABSTRAK
Salon Citra adalah salon potong rambut dan perawatan rambut yang berdiri tahun 2015 di Jalan Taman Siswa Semarang. Salon Citra menyediakan pelayanan potong rambut dan perawatan rambut sperti: Hair SPAdan Creambath.
Pernyataanpenelitian yang diajukandalampenelitianiniadalah: (1) manajemen resiko pada pengusaha salon, (2) manajemen pemasaran pada pengusaha salon.Penelitianinidilakukan di Salon Citra Semarang. Terdapat3 informan. Metodepengambilan data adalahdenganobservasi, wawancara, dokumentasi. Teknikanalisis data dalampenelitianiniadalahkualitatif. Penelitianmenganalisis terbentuknya minat berwirausaha, manajemen resiko sebelum dan saat menjalankan usaha, manjamen pemasaran dalam mempertahankan usaha.
Hasil penelitianyaitu: terbentuknya minat wirausaha pada entrepreneur Salon Citra Semarang dipengaruhi oleh: kegiatan terencana dan potensi kepribadian. Manajemen risiko dilakukan: manajemen risiko keuangan dan manajemen risiko operasional. Manajemen pemasaran dilakukan dengan cara: memperhatikanharga, tempat, promosi.

Kata kunci: kewirausahaan, manajemen risiko, manajemen pemasaran.

ABSTRACT
Citra Salon is a haircut and hair treatment salon established in 2015 at Jalan Taman Siswa Semarang. Citra Salon provides haircutting and hair care services just like: Hair SPA and Creambath
The research statements submitted in this study are: (1) risk management in salon entrepreneurs, (2) marketing management in salon entrepreneurs. This research was conducted at Salon Citra Semarang. There are 3 informants. Data retrieval method is by observation, interview, documentation. The data analysis technique in this study is qualitative. Research analyzes the formation of interest in entrepreneurship, risk management before and when running a business, marketing management in maintaining business.
The results of the study are: the formation of entrepreneurial interest in Citra Salon Semarang entrepreneurs is influenced by: planned activities and personality potential. Risk management is carried out: financial risk management and operational risk management. Marketing management is done by: paying attention to prices, places, promotions.

Keywords: entrepreneurship, risk management, marketing management.

LEMBAR HASIL PENIIAIAN SEJAWAT SEBIDANG ATAU PEER REVIEW KARYA ILMIAH : Kewirausahaan, Manajemen Resiko dan Manajemen Pemasaran pada Pengusaha Salon Citra Semarang.

Cover Garina 2010 PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) TERHADAPPENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KREATIVITAS SISWADALAM MENGANYAM PADA MATA PELAJARANSENI BUDAYA MTs N KARANGGEDEBOYOLALI

Oleh:
Istri Haryati

ABSTRAK
Mata pelajaran Seni Budaya dianggap sebagai mata pelajaran yang kurang menarik, monoton dan hanya berpusat pada guru. Siswa juga kurang mengetahui dan menghargai potensi daerahnya. Pemilihan Model Pembelajaran kontekstual (CTL) sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menganyam pada khususnya yang banyak terdapat di lingkungan sekitar siswa yaitu kerajinan anyaman bambu. Penelitian Eksperimen Quasi menggunakan desain eksperimen “Control group pre-test-post test”. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah Pengetahuan dan kreativitas siswa. Data penelitian diperoleh dari observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan analisis resgresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan dan kreativitas siswa antara sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran konstektual (CTL), dapat dilihat dari hasil analisis uji t diperoleh t-hitung > t-tabel disimpulkan bahwa Ho ditolak berarti terdapat perbedaaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kontrol. Pembelajaran kontekstual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menganyam, besar pengaruh adalah 67,5%. Kesimpulannya, siswa yang diberikan pembelajaran kontekstual (CTL) lebih baik setelah mendapat perlakuan. Saran yang dapat diajukan adalah bahwa pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Seni Budaya dapat meningkatkan pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menganyam. Melalui pembelajaran kontekstual siswa dapat mengenal, memanfaatkan, melestarikan kerajinan anyaman yang ada di lingkungan sekitar siswa.

INFLUENCE OF CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) TO INCREASE KNOWLEDGE AND STUDENTS’ CREATIVITY
IN WEAVE ON THE CULTURAL ARTS SUBJECTS
MTs N KARANGGEDE BOYOLALI

ABSTRACT
Cultural Arts subjects are considered as less attractive subjects, monotonous and only focus on the teacher. Students are also less aware of and appreciate the potential of the area. Selection of Contextual Model of Learning (CTL) in an effort to increase students’ knowledge and creativity in weaving in particular that many students are in the neighborhood that is woven bamboo handicrafts. Quasi Experimental studies using experimental designs “Control group pre-test-post test”. Control variables in this study is the knowledge and creativity of students. The research data obtained from observation, testing, and documentation. Data analysis techniques used were the t test and analysis of simple resgresi. The results showed that there were differences in knowledge and creativity of students between the before and after the following contextual teachung learning (CTL), can be seen from the results of the analysis obtained by t-test t count> t-table concluded that Ho rejection means that there are differences in student learning outcomes between experimental and control classes. Contextual influence on increasing the knowledge and creativity of students in the weave, the influence was 67.5%. In conclusion, students are given contextual teaching learning (CTL) is better after receiving treatment. Advice that can be raised is that of contextual learning in subjects Culture Art can enhance students’ knowledge and creativity in weaving. Through contextual teaching learning students are able to recognize, utilize, conserve woven handicrafts in the environment around the student.
Keywords: Contextual Teaching Learning (CTL), Knowledge and Students Creativity in Weave, Cultural Arts Subjects.

LEMBAR HASIL PENIIAIAN SEJAWAT SEBIDANG ATAU PEER REVIEW KARYA ILMIAH : PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) TERHADAPPENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KREATIVITAS SISWADALAM MENGANYAM PADA MATA PELAJARANSENI BUDAYA MTs N KARANGGEDE BOYOLALI

Cover Garina 2010 SUSU KACANG HIJAU DENGAN PENAMBAHAN SARI WORTELSEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN BERGIZI BAGI LANSIA

Oleh : U. Yuyun Triastuti
Dosen Tata Boga
ABSTRAK
Masa lanjut usia adalah masa seseorang mengalami perubahan fisik dan psikisnya. Perubahan tersebut memungkinkan untuk timbulnya berbagai macam penyakit, seperti jantung, liver, ginjal, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, reumatik, katarak, dan rabun senja. Untuk menekan terjangkitnya penyakit tersebut dianjurkan menerapkan pola makan gizi seimbang, dengan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan, penurunan kemampuan mencerna makanan, perubahan selera makan, kecukupan gizi dan tekstur makanan. Perubahan fisik dan psikis pada lansia menyebabkan perubahan pola mengkonsumsi makanan. Kecenderungan lansia konsumsi makanan berkurang tetapi konsumsi minuman bertambah. Pemilihan bahan yang variatif, didukung dengan penyajian yang atraktif diharapkan dapat menjaga selera makan lansia terjaga. Minuman yang sebaiknya dikonsumsi oleh lansia adalah minuman yang bergizi, sebagai alternatifnya adalah susu kacang hijau dengan penambahan sari wortel.Susu kacang hijau dengan penambahan sari wortel banyak mengandung protein, vitamin B1, B2, dan A, serta niasin dan mineral. Kandungan betacarotin yang terkandung dalam wortel merupakan anti oksidan, yang menghambat radikal bebas pada tubuh. Radikal bebas merupakan pemicu tumbuhnya sel kanker. Dengan dibuatnya susu kacang hijau dengan penambahan sari wortel dapat dijadikan sebagai alternatif minuman bergizi untuk lansia.
Kata Kunci : Gizi, Lansia, Minuman

%d blogger menyukai ini: