Garina

Download Jurnal Ilmiah Majalah Garina

 

No Judul Jurnal Ilmiah
Cover Garina 2010 PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) TERHADAPPENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KREATIVITAS SISWADALAM MENGANYAM PADA MATA PELAJARANSENI BUDAYA MTs N KARANGGEDEBOYOLALI

Oleh:
Istri Haryati

ABSTRAK
Mata pelajaran Seni Budaya dianggap sebagai mata pelajaran yang kurang menarik, monoton dan hanya berpusat pada guru. Siswa juga kurang mengetahui dan menghargai potensi daerahnya. Pemilihan Model Pembelajaran kontekstual (CTL) sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menganyam pada khususnya yang banyak terdapat di lingkungan sekitar siswa yaitu kerajinan anyaman bambu. Penelitian Eksperimen Quasi menggunakan desain eksperimen “Control group pre-test-post test”. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah Pengetahuan dan kreativitas siswa. Data penelitian diperoleh dari observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan analisis resgresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan dan kreativitas siswa antara sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran konstektual (CTL), dapat dilihat dari hasil analisis uji t diperoleh t-hitung > t-tabel disimpulkan bahwa Ho ditolak berarti terdapat perbedaaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kontrol. Pembelajaran kontekstual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menganyam, besar pengaruh adalah 67,5%. Kesimpulannya, siswa yang diberikan pembelajaran kontekstual (CTL) lebih baik setelah mendapat perlakuan. Saran yang dapat diajukan adalah bahwa pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Seni Budaya dapat meningkatkan pengetahuan dan kreativitas siswa dalam menganyam. Melalui pembelajaran kontekstual siswa dapat mengenal, memanfaatkan, melestarikan kerajinan anyaman yang ada di lingkungan sekitar siswa.

INFLUENCE OF CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) TO INCREASE KNOWLEDGE AND STUDENTS’ CREATIVITY
IN WEAVE ON THE CULTURAL ARTS SUBJECTS
MTs N KARANGGEDE BOYOLALI

ABSTRACT
Cultural Arts subjects are considered as less attractive subjects, monotonous and only focus on the teacher. Students are also less aware of and appreciate the potential of the area. Selection of Contextual Model of Learning (CTL) in an effort to increase students’ knowledge and creativity in weaving in particular that many students are in the neighborhood that is woven bamboo handicrafts. Quasi Experimental studies using experimental designs “Control group pre-test-post test”. Control variables in this study is the knowledge and creativity of students. The research data obtained from observation, testing, and documentation. Data analysis techniques used were the t test and analysis of simple resgresi. The results showed that there were differences in knowledge and creativity of students between the before and after the following contextual teachung learning (CTL), can be seen from the results of the analysis obtained by t-test t count> t-table concluded that Ho rejection means that there are differences in student learning outcomes between experimental and control classes. Contextual influence on increasing the knowledge and creativity of students in the weave, the influence was 67.5%. In conclusion, students are given contextual teaching learning (CTL) is better after receiving treatment. Advice that can be raised is that of contextual learning in subjects Culture Art can enhance students’ knowledge and creativity in weaving. Through contextual teaching learning students are able to recognize, utilize, conserve woven handicrafts in the environment around the student.
Keywords: Contextual Teaching Learning (CTL), Knowledge and Students Creativity in Weave, Cultural Arts Subjects.

Cover Garina 2010 SUSU KACANG HIJAU DENGAN PENAMBAHAN SARI WORTELSEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN BERGIZI BAGI LANSIA

Oleh : U. Yuyun Triastuti
Dosen Tata Boga
ABSTRAK
Masa lanjut usia adalah masa seseorang mengalami perubahan fisik dan psikisnya. Perubahan tersebut memungkinkan untuk timbulnya berbagai macam penyakit, seperti jantung, liver, ginjal, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, reumatik, katarak, dan rabun senja. Untuk menekan terjangkitnya penyakit tersebut dianjurkan menerapkan pola makan gizi seimbang, dengan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan, penurunan kemampuan mencerna makanan, perubahan selera makan, kecukupan gizi dan tekstur makanan. Perubahan fisik dan psikis pada lansia menyebabkan perubahan pola mengkonsumsi makanan. Kecenderungan lansia konsumsi makanan berkurang tetapi konsumsi minuman bertambah. Pemilihan bahan yang variatif, didukung dengan penyajian yang atraktif diharapkan dapat menjaga selera makan lansia terjaga. Minuman yang sebaiknya dikonsumsi oleh lansia adalah minuman yang bergizi, sebagai alternatifnya adalah susu kacang hijau dengan penambahan sari wortel.Susu kacang hijau dengan penambahan sari wortel banyak mengandung protein, vitamin B1, B2, dan A, serta niasin dan mineral. Kandungan betacarotin yang terkandung dalam wortel merupakan anti oksidan, yang menghambat radikal bebas pada tubuh. Radikal bebas merupakan pemicu tumbuhnya sel kanker. Dengan dibuatnya susu kacang hijau dengan penambahan sari wortel dapat dijadikan sebagai alternatif minuman bergizi untuk lansia.
Kata Kunci : Gizi, Lansia, Minuman

%d blogger menyukai ini: